![]() |
| Keluarga Terdidik Indonesua Unggul |
PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN MILITER DAN BUDAYA
ORGANISASI TERHADAP KINERJA PERSONEL DI LANUD SURYADARMA UNTUK MENJAGA
KESELAMATAN PENERBANGAN
Dolly Johan Perkasa Hutagalung1)
Hildawati2)
1)Mahasiswa
Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik Universitas Terbuka
2)Dosen
Program Studi Karya Ilmiah, Fakultas Hukum Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Terbuka
Email: 1galungs8007@gmail.com, 2hildrias81@gmail.com
ABSTRAK
Perhatian
khusus terhadap kinerja personel dalam keselamatan dunia penerbangan di
Lingkunagan TNI Angkatan Udara sangatlah penting dan merupakan salah satu
indikator keberhasilan kinerja. Oleh karena itu perlu adanya gaya kepemimpinan
dan budaya organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja personel pada bidang keselamatan
penerbangan. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah
pengaruh secara signifikan gaya kepemimpinan dan budaya organisasi terhadap
kinerja personel untuk menjaga kesealamat dalam penerbanagan. Penelitian ini
dilaksanakan di lingkungan TNI Angkatan Udara Lanud Suryadarma. Objek yang unit
analisis yaitu personel TNI Angkatan Udara di Lanud Suryadarma, yang dimana
variable (X1) Gaya kepemimpinan dan (X2) Budaya organisasi yang mempengaruhi
vaiabel (Y) Kinerja personel. Jenis penelitian ini penelitian
kualitatif yaitu mengenai pengalaman yang terjadi di Lanud Suryadarma dengan
teknik penelitian wawancara mendalam, survei dan observasi partisipan. Dari
hasil penelitian terdapat adanya pengaruh secara signifikan gaya kepemimpinan
terhadap kinerja personel dan pengaruh langsung budaya organisasi terhadap
kinerja personel yang mengakibatkan meningkatnya kinerja personel dalam menjaga
keselamatan di penerbangan TNI Angkatan Udara Lanud Suryadarma.
Kata kunci: Budaya Organisasi, Gaya Kepemimpinan, Kinerja
Personel
ABSTRACT
Special attention to personnel performance in
aviation safety within the Indonesian Air Force is very important and is an
indicator of successful performance. Therefore, there is a need for a
leadership style and organizational culture that can influence personnel
performance in the field of aviation safety. Therefore, the aim of this
research is to determine whether leadership style and organizational culture
have a significant influence on personnel performance in maintaining safety in
aviation. This research was carried out within the Indonesian Air Force at Suryadarma
Air Base. The object of the unit of analysis is the Indonesian Air Force
personnel at Suryadarma Air Base, where the variables (X1) Leadership style and
(X2) Organizational culture influence the variable (Y) Personnel performance.
This type of research is qualitative research, namely regarding experiences
that occurred at Suryadarma Air Base using research techniques of in-depth
interviews, surveys and participant observation. From the research results,
there is a significant influence of leadership style on personnel performance
and a direct influence of organizational culture on personnel performance which
results in increased personnel performance in maintaining flight safety on Indonesian
Air Force at Suryadarma Air Base.
Keywords: Leadership Style, Organizational Culture,
Personnel Performance
1. PENDAHULUAN
Peran pemimpin dalam sebuah
instansi pertahanan Negara sangatlah penting untuk memajukan suatu negara yang
berdaulat dan berinteregritas. Seorang pemimpin sebagai pemegang kendali dan
pengambil keputusan oleh karenanya gaya kepemimpinan seseorang sangat mempengaruhi
pencapaian kinerja dan tujuan. Upaya yang dilakukan untuk mencapai tujuan
perusahaan tidak hanya dari kepemimpinan saja, melainkan faktor yang
mempengaruhi kinerja dan tujuan yaitu budaya organisasi yang kuat yang dapat
menciptakan kinerja karyawan yang tinggi dalam suatu organisasi. Permasalahan
yang sering terjadi pada suatu organisasi meliputi rendahnya kinerja karyawan, yang
mengakibatkan kurangnya produktivias dan inovasi dalam organisasi, adanya
ketidak sesuaian pencapaian target yang dilaksanakan, kurangnya efisiensi waktu
serta kurangnya dedikasi terhadap instansi atau organisasi. Hal tersebut
mengakibatkan defisitnya nilai disiplin sehingga menimbulkan pelanggaran
terhadap aturan yang telah diberlakukan oleh instansi atau organisasi.
TNI Angkatan Udara (TNI AU) merupakan instansi
pertahanan negara di udara dengan melaksanakan tugas bidang pertahanan,
menegakkan hukum dan menjaga keamanan di wilayah udara. TNI AU dalam
melaksanakan tugas tersebut memerlukan sumber daya manusia yang profesional
sehingga perlu pembinaan yang terus menerus dan berkelanjutan dengan melakukan
pembangunan dan pengembangan kekuatan matra udara. Hal tersebut memerlukan adanya dukungan
peran pemimpin yang dapat
menjalankan roda organisasi dengan baik. Gaya Kepemimpinan
di militer khususnya di TNI AU berdampak langsung pada keselamatan dunia penerbangan,
para anggota TNI AU akan loyalitas terhadap pekerjaan yang ditugaskan jika
seorang pemimpin yang loyalitas juga terhadap para anggota dan satu tujuan
untuk mencapai visi dan misi yang ditetapkan oleh peraturan pemerintah demi mempertahanan
kedaulatan di udara dari ancaman luar maupun penanganan masalah keamanan penerbangan.
(Adam, 2021)
Penelitian ini
akan merujuk pada berbagai studi
kasus terdahulu yang menunjukkan pentingnya
peran kepemimpinan dalam membangun budaya keselamatan, serta berbagai kendala
yang mungkin timbul dalam implementasi budaya tersebut di wilayah pertahanan negara. Beberapa studi terkait
kepemimpinan militer dan budaya keselamatan di lingkungan kerja akan menjadi
referensi utama dalam pembahasan ini. Secara umum, penelitian ini bertujuan
untuk memperkaya pemahaman mengenai hubungan antara kepemimpinan dan kinerja
personel dalam konteks keselamatan terbang dan kerja, serta memberikan
kontribusi terhadap perbaikan manajemen di Lanud Suryadarma.
Tujuan utama
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja personel dalam
membangun budaya keselamatan di Lanud Suryadarma, serta untuk mengidentifikasi
kendala-kendala yang dihadapi dalam penerapan budaya organisasi terhadap kinerja personel dalam keselamatan penerbangan
tersebut. Dengan demikian, penelitian
ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk memperbaiki penerapan budaya
keselamatan, baik dalam hal anggaran, pengelolaan sumber daya manusia, maupun
prioritas kebijakan di lingkungan Lanud Suryadarma.
2.
KERANGKA PIKIR
2.1 Kepemimpinan Militer dan Kinerja
Model
kepemimpinan dalam perspektif militer adalah kepemimpinan yang memiliki
hubungan erat dengan praktik kepemimpinan yang menerapkan prinsip, nilai,
ideologi, wacana, dan perilaku militer yang meliputi komando, hirarki,
disiplin, dan keseragaman (Pertiwi et al., 2022). Para pemimpin militer harus
mampu menghadapi kompleksitas budaya dan poilitik yang ada didalam dan diluar
organisasi sehingga mampu memberikan kinerja yang baik demi tercapainya tujuan
organisasi. Beberapa penelitian menunjukkan adanya inkonsistensi temuan pada
hubungan kepemimpinan militer dan kinerja. Yusuf (2016) menemukan bukti bahwa
kepemimpinan berpengaruh negatif terhadap kinerja, sedangkan Prasetyo (2017)
membuktikan tidak terdapat pengaruh, sementara itu penelitian lain menunjukkan adanya pengaruh positif
(Joenoes, 2022). Adanya inkonsistensi menunjukkan perlunya penelitian lebih
lanjut, sehingga salah satu tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui peran
kepemimpinan militer dalam mempengaruhi kinerja anggotanya.
Kepemimpinan
pada dasarnya adalah seni dalam mempengaruhi dan mengajak orang lain untuk
mengikuti pemikirannya sesuai maksud dan tujuannya baik untuk kepentingan
pribadi atau organisasi dalam skala kecil atau besar (Marisa & Nur, 2021).
The British Defence Doctrine menjelaskan bahwa kepemimpinan militer adalah
proyeksi kepribadian dan karakter seorang pemimpin untuk membuat bawahannya
melakukan apa yang diminta darinya dan melahirkan keyakinan yang mengembangkan
inisiatif, resiko, dan tanggung jawab. Berdasarkan doktrin tersebut, beberapa
unsur dapat diambil sebagai ciri kepemimpinan militer. Di antara elemen-elemen
tersebut adalah pengaruh, tujuan, dan personel. Kepemimpinan memiliki unsur
pengaruh sebagai aspek utama dalam menggerakkan sumber daya organisasi.
Tinjauan
holistik studi tentang pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja penting untuk
dapat menunjukkan sifat hubungan antara kedua variabel (Danisman & Engin,
2015). Kepemimpinan pada dasarnya membantu pengikut mencapai tujuan mereka saat
mereka bekerja dalam pengaturan organisasi; itu mendorong pengikut untuk
menjadi ekspresif dan adaptif terhadap praktik dan perubahan baru dan lebih
baik di lingkungan (Azka et al., 2011). Schermerhorn et al. (2011) dan Uhl-Bien
et al. (2014) menyatakan bahwa sangat penting bagi manajemen dalam memahami dan
menemukan berbagai sumber kepemimpinan yang akan mengarah pada peningkatan kinerja
organisasi. Penelitian lain menunjukkan adanya pengaruh kepemimpinan terhadap
kinerja (Joenoes, 2022).
2.2 Budaya Organisasi dan Kinerja
Budaya organisasi merepresentasikan persepsi yang
dimiliki oleh anggota organisasi. Budaya organisasi didefinisikan sebagai
seperangkat keyakinan, nilai, dan asumsi yang dimiliki bersama oleh anggota
organisasi yang selanjutnya menghasilkan dampak pada efektivitas organisasi
(Meng & Berger, 2019). Pernyataan tentang budaya organisasi hanya valid
jika individu dengan latar belakang berbeda atau pada level berbeda dalam
organisasi menggambarkan budaya dalam istilah yang sama (Ostroff et al., 2013).
Budaya organisasi penting untuk diperhatikan karena menyangkut
kebiasaan-kebiasaan yang terjadi dalam hirarki organisasi yang mewakili
norma-norma perilaku yang diikuti oleh seluruh anggota organisasi (Syardiansah
et al., 2020).
Terlepas dari kerumitannya, kebanyakan
orang akan memiliki gagasan tentang apa itu budaya (Soeters et al., 2007).
Budaya militer adalah salah satu yang menambah kualitas dan kemampuan
profesionalitas prajurit modern (Vitalairu & Mosoiu, 2016). Budaya
organisasi disebut dapat menjelaskan kinerja organisasi (Meng & Berger,
2019). Beberapa penelitian sebelumnya pada sektor publik menunjukkan adanya
inkonsistensi hasil temuan. Disebutkan bahwa budaya organisasi berpengaruh
terhadap kinerja (Budiargo et al., 2019; Ichsan & Nasution, 2020; Prasetyo,
2017; Sunarsi, 2019). Adapun penelitian lain menunjukkan adanya hubungan
negatif (Enjeli, 2020; Khasanah, 2019), dan tidak adanya pengaruh (Girsang,
2019). Penilitian ini mengambil tema yang sama dengan penelitian terdahulu.
Sebagai organisasi yang memiliki ciri
budaya militer, TNI AU mengharuskan setiap individu yang akan menjadi
anggotanya maupun anggota yang akan naik tingkatan memiliki komitmen sesuai
dengan visi dan misi organisasi tersebut. Beberapa penelitian terdahulu
menunjukkan bahwa budaya berpengaruh terhadap kinerja (Budiargo et al., 2019;
Ichsan & Nasution, 2020; Prasetyo, 2017; Soomro & Shah, 2019; Sunarsi,
2019).
3.
METODE
Objek
dalam penelitian ini adalah kinerja (Y), kepemimpinan militer (X1), dan budaya
organisasi (X2). Adapun yang menjadi subjek dan sekaligus populasi penelitian
adalah seluruh personel TNI AU di lingkungan Lanud Suryadarma. Variabel kinerja
pimpinan militer dalam penelitian ini diukur menggunakan peraturan panglima TNI
No. Perpang/93/XI/2011, yaitu: kemampuan melaksanakan tugas di bidang
pertahanan, menjaga keamanan wilayah, pengembangan kekuatan satuan, dan
pemberdayaan wilayah. Dimensi dari variabel kinerja pimpinan militer meliputi
kuantitas, kualitas, kreativitas, kerjasama, inisiatif, dan kualitas pribadi.
Variabel kepemimpinan militer diukur menggunakan konsep dari Yildiz (2014),
yaitu kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lain
mampu memberikan kontribusinya demi efektivitas dan keberhasilan organisasi.
Dimensi dari variabel kepemimpinan adalah task-oriented, relations-oriented,
change-oriented, dan external. Variabel budaya organisasi diukur
dengan menggunakan dimensi perilaku individu, norma, nilai dominan, falsafah
organisasi, peraturan yang berlaku, dan iklim organisasi.
Penelitian ini bersifat penelitian kualitatif yang dimana Menurut Creswell (2016) penelitian kualitatif adalah jenis penelitian yang mengeksplorasi dan memahami makna di sejumlah individu atau sekelompok orang yang berasal dari masalah sosial. Penelitian kualitatif secara umum dapat digunakan untuk penelitian tentang kehidupan masyarakat, sejarah, tingkah laku, konsep atau fenomena, masalah sosial, dan lain-lain. Adapun kerangka penelitian sebagai berikut:
(X2)
4.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
4.1 Kepemimpinan Militer dan Kinerja
Hasil
penelitian ini mendukung penelitian terdahulu oleh Jeremy et al. (2012); Iman
& Lestari (2019); Rawashdeh (2018); dan Fitriasari & Mauludin (2018)
yang mengutarakan bahwa faktor kepemimpinan dalam suatu organisasi menjadi
sangat penting manakala individu/anggota organisasi memiliki dinamika yang
tinggi dalam aktivitasnya. Obiwuru et al. (2011) menemukan fakta bahwa gaya
kepemimpinan yang berbeda dapat menghasilkan kinerja yang berbeda. Suatu
organisasai akan berhasil atau bahkan gagal sebagian besar ditentukan oleh
faktor kepemimpinan.
Hubungan
antara pemimpin dan bawahan, juga sebagai kualitas kinerja, secara signifikan
dipengaruhi oleh gaya kepemimpinan yang dianut. Peningkatan kinerja organisasi
memerlukan pengembangan manajemen dan kepemimpinan. Penelitian mengenai
pengaruh gaya kepemimpinan terhadap kinerja penting untuk dapat menunjukkan
sifat hubungan antara kedua variabel (Danisman & Engin, 2015). Pada
dasarnya, kepemimpinan merupakan motor penggerak terpenting untuk meningkatkan
kinerja organisasi. Akan tetapi perlu diingat jika kepemimpinan tidak dapat
dianggap berhasil dan tidak penting dalam konteks organisasi jika hasil yang
diperoleh tidak sesuai dengan tujuan bersama (Koech & Namusonge, 2012),
Dalam
lingkungan militer, pemimpin mempunyai posisi sentral bagi kehidupan
keprajuritan, karena organisasi yang menitikberatkan garis komando sehingga
seorang pemimpin harus memahami tugas dan tanggung jawab yang diproyeksikan
untuk memimpin satuan di jajaran TNI. Kepemimpinan dalam TNI ikut menentukan
terbentuknya kinerja prajurit, semakin baik kepemimpinan, maka semakin tinggi
pula kinerja prajuritnya (Fitriani et al., 2022). Tanpa kepemimpinan, hubungan
antara tujuan pimpinan dan tujuan TNI AU mungkin menjadi renggang. Memahami
kepemimpinan yang dikembangkan TNI AU berarti melihat kepemimpinan sebagai satu
kesatuan yang terintegrasi yang terdiri dari unsur manusianya, baik pemimpin
maupun yang dipimpin, perangkat lunak yang mengatur, teori, gaya, watak dan
berbagai pengetahuan pendukung yang menyertai serta lingkungan yang
mempengaruhi.
4.1.1. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Personel Untuk Menjaga Keselamatan
Penerbangan di Lanud Suryadarma
Keselamatan
kerja selalu menjadi perhatian bagi seluruh instansi baik publik maupun swasta
khususnya yang pekerjaannya memiliki tingkat risiko yang tinggi, karena
keberhasilan instansi tersebut turut dipengaruhi oleh tingkat keselamatan
karyawannya dalam melaksanakan pekerjaan. Tidak terkecuali terjadi di TNI AU
yang secara khusus memisahkan keselamatan penerbangan dari keselamatan kerja, di
mana TNI AU lebih terkenal dengan sebutan keselamatan terbang dan kerja
(Lambangja). Hal ini menunjukkan komitmen TNI AU secara organisasi untuk
menciptakan keselamatan pada bidang penerbangan dengan cara membangung budaya keselamatan
(safety culture). Untuk memuwujudkan hal tersebut, TNI AU telah membentuk
organisasi bernama Pusalaiklambangjaau (pusat kelaikan, keselamatan terbang dan
kerja AU) yang dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat bintang dua, yang
memiliki jalur koordinasi sampai dengan satuan terendah di TNI AU. Namun demikian,
penerapan Lambangja di level taktis tetap dipengaruhi oleh peran pimpinan yang
berada di setiap satuan.
Komandan Lanud (Danlanud)
Suyadarma dalam melaksanakan tugas pokoknya dibantu oleh satu orang komandan
wing udara dan empat orang kepala dinas, serta beberapa komandan satuan kerja.
Disamping itu, Danlanud juga memiliki staf-staf pembantu yang salah satunya
memiliki tugas pokok pada bidang keselamatan, yaitu Kepala Lambangja
(Kalambangja) Lanud Surydarma. Kalambangja adalah staf khusus Danlanud bertugas
membantu komandan di bidang keselamatan terbang dan kerja. Oleh karena itu, dalam
menjaga keselamatan penerbangan Danlanud Suryadarma dapat memerintahkan secara
langsung kepada satuan di bawahnya mulai dari komandan wing udara, kepala
dinas, sampai dengan rantai komando terkecil. Selain itu, Danlanud dapat
memerintahkan Kalambangja untuk membuat program kerja tahunan dalam rangka
pencegahan kecelakaan dan membangun budaya keselamatan terbang dan kerja. Menindaklanjuti
hal tersebut, Kalambangja membuat rencana program kerja berupa pengayaan
literasi, safety meeting, promosi safety berupa banner, poster,
dan buletin safety, serta program lainnya baik secara offline
maupun online yang bermuara pada peningkatan keselamatan terbang dan
kerja.
Sebagai seorang
perwira militer, Kalambangja juga merupakan pimpinan di level menengah karena
masih memiliki pemimpin di atasnya yaitu Danlanud Suryadarma dan juga membawahi
beberapa personel Lambangja. Oleh karena itu, kinerja Kalambangja sangat
dipengaruhi oleh kepemimpinan Danlanud Suryadarma, karena sebagus apapun
program kerja bidang Lambangja yang direncanakan oleh Kalambangja tidak akan terlaksana
dengan optimal tanpa adanya dukungan penuh dari Danlanud Suryadarma. Disamping
itu, Kalambangja juga memiliki atasan tidak langsung yaitu komandan wing udara
dan para kepala dinas, beserta jajaran yang berada dibawahnya, dimana dukungan
dari mereka juga memiliki kontribusi besar dalam menjalankan program-program
Lambangja Lanud Suryadarma.
Berikut ini adalah program kerja Lambangja Lanud Suryadarma tahun 2024 yang telah terlaksana sesuai dengan perintah Danlanud Suryadarma dan disupervisi oleh seluruh level pimpinan yang berada dibawahnya, yaitu:
|
NO |
NAMA KEGIATAN |
PENJELASAN |
DURASI |
|
1. |
Briefing Lambangja |
Briefing terkait kegiatan penerbangan dan kegiatan
khusus lainnya |
Setiap briefing pagi, atau sesuai kebutuhan |
|
2. |
Patroli lingkungan |
Dilaksanakan oleh para perwira safety tiap
dinas/satuan |
Setiap hari kerja |
|
3. |
Safety meeting lanud |
Diikuti oleh perwakilan tiap dinas/satker,
memfasilitasi forum diskusi safety |
Setiap semester atau sesuai kebutuhan |
|
4. |
Laporan safety |
Laporan rutin, maupun laporan incident/accident |
Setiap hari, bulan, sesuai kebutuhan |
|
5. |
Publikasi safety |
Quote, poster, buletin, banner, surat edaran, dan
sebagainya |
Mingguan, bulanan, sesuai kebutuhan |
|
6. |
Survei Lambangja |
Mengisi kuisioner secara online kepada
personel lanud |
Setiap semester |
|
7. |
Risk Assesment |
Mengidentifikasi potensi bahaya pada tiap kegiatan |
Sesuai kebutuhan |
|
8. |
Ceramah Lambangja |
Membangun safety knowledge, secara offline
dan online |
Setiap minggu, atau sesuai kebutuhan |
Table 1. Program kerja Bidang Lambangja Lanud Suryadarma Tahun 2024
Sumber: Lampiran Surat Lambangja Lanud Suryadarma
Dari data
tersebut dapat dilihat tingkat kepedulian yang tinggi dari Danlanud Suryadarma
beserta seluruh satuan dibawahnya, sehingga program-program kerja Lambangja mendapat
respon positif dan terlaksana dengan baik.
4.2 Budaya Organisasi dan
Kinerja
Temuan penelitian mendukung penelitian lain
yang menemukan adanya hubungan antara budaya organisasi dan kinerja organisasi
(Polychroniou & Trivellas, 2018; Prajogo & McDermott, 2011; Wei et al.,
2014; Yildiz, 2014). Penelitian lain menyebutkan bahwa budaya organisasi
memiliki pengaruh tergadap kinerja (Budiargo et al., 2019; Ichsan &
Nasution, 2020; Prasetyo, 2017; Soomro &
Shah, 2019; Sunarsi, 2019). Namun hasil penelitian ini tidak dapat mendukung
temuan Mousavi et al. (2015) yang menyatakan dimana dimensi dari budaya
organisasi memberikan pengaruh yang berbeda terhadap kinerja organisasi.
Hubungan antara budaya organisasi dan kinerja organisasi merupakan subjek yang
signifikan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia Strategis. Namun perlu diketahui
jika budaya organisasi adalah konsep multi-dimensi dan kinerja organisasi
dibentuk oleh berbagai kriteria. (Yildiz, 2014).
Budaya organisasi bukan hanya faktor penting
dari suatu organisasi, tetapi juga adalah pendorong utama untuk mencapai tujuan
dari organisasi. Budaya organisasi sebagai sistem penyebaran kepercayaan dan
nilai-nilai yang berkembang dalam suatu organisasi dan mengarahkan perilaku
anggotanya. Oleh karena itu, budaya organisasi sangat mempengaruhi semua yang
terlibat dalam organisasi dan kinerja organisasi dapat ditingkatkan dengan
nilai-nilai bersama yang kuat. Budaya organisasi membantu individu lebih
memahami standar, norma, dan nilai tertentu, sehingga menjadi jelas dan
konsisten dalam mengejar keberhasilan atau tujuan organisasi (Yildiz, 2014).
Kejelasan dan konsisten yang dimaksud dalam budaya organisasi dapat meredam
konflik yang mungkin muncul dalam organisasi. Konflik atau permasalahan
tersebut dapat diantisipasi atau akhirnya diselesaikan melalui prosedur
standard dan jelas yang tertuang dalam nilai bersama yang dianut (budaya
organisasi).
Sifat budaya organisasi menyiratkan betapa
pentingnya asumsi kolektif anggota dalam mengartikulasikan, menentukan dan
menafsirkan tindakannya, dan secara wajar memprediksi bagaimana organisasi akan
bergerak maju (Kim & Chang, 2018). Budaya organisasi kemudian bisa menjadi
perekat yang menggabungkan sumber daya nonmanusia dengan sumber daya manusia
dalam suatu organisasi untuk membangun kerja tim dan kinerja yang baik (Yirdaw,
2016). Budaya telah disebutkan sebagai prosedur antisipatif dan reaktif
terhadap konfik, perekat antara SDM dan non-SDM untuk menciptakan kinerja yang
baik, ternyata budaya organisasi juga memberikan kontribusi yang baik untuk
tata kelola dan manajemen (O’Connor & Byrne, 2015). Budaya organisasi yang
kuat sangat penting untuk meningkatkan kinerja organisasi (Nwibere, 2013;
Sharma & Good, 2013).
4.2.1 Pengaruh
Budaya Organisasi Terhadap Keselamatan Penerbangan di Lanud Suryadarma
Walaupun segala
upaya telah dilaksanakan pada setiap level kepemimpinan di Lanud Suryadarma
dalam hal peningkatan keselamatan penerbangan, namun budaya organisasi juga
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keselamatan penerbangan. Lanud
Suryadarma berkomitmen mengimplementasikan budaya keselamatan di dalam setiap
kegiatan latihan maupun operasi yang dilaksanakan, baik yang bersifat rutin
mapun kontingensi. Hal ini juga sejalan dengan komitmen TNI AU melalui
Puslaiklambangjaau, yaitu “Road to Zero Accident Tahun 2024,” atau
menuju tahun 2024 yang bebas dari kecelakaan.
Budaya
organisasi ini telah terbentuk dari kegiatan yang berulang-ulang dalam waktu
yang lama baik pada kegiatan formal maupun informal, dari mulai masuk kantor
(apel pagi) sampai dengan pulang kantor (apel siang). Khusus untuk kegiatan
formal, masing-masing bidang telah memiliki standart operation procedure
(SOP), sedangkan untuk yang informal ditularkan secara turun-temurun antar
personel lanud Suryadarma, namun keduanya mengalami perubahan karena
penyesuaian terhadap perkembangan organisasi. Sebagai contoh adalah SOP
Kegiatan Penerbangan. Selama kegiatan penerbangan berlangsung, maka wajib
didukung oleh crash team yang terdiri dari petugas pemadam kebakaran,
tim kesehatan, tim pengamanan dari Polisi Militer AU, dan tim penyelamatan dari
Kopasgat AU. Selain itu, setiap hari nya disiapkan 20 orang personel sebagai
pasukan Standby Pangkalan yang berfungsi sebagai pasukan reaksi cepat
apabila diperlukan untuk penindakan awal kebakaran, kerusuhan masa, dan bencana
alam di lingkungan Lanud Suryadarma.
Dengan adanya
bidang Lambangja di Lanud Suryadarma, maka setiap kegiatan yang memiliki potensi
risiko akan dilaksanakan mekanisme ‘Penilaian Risiko’ agar dapat diidentifikasi
sebelumnya potensi risiko dari kegiatan tersebut, dan bagaimana cara untuk
memitigasinya, serta apakah kegiatan tersebut perlu dilanjutkan atau
dihentikan. Selanjutnya, akan dikeluarkan rekomendasi oleh Kalambangja terkait
kegiatan tersebut, yang akan dijadikan bahan pertimbangan oleh pimpinan dalam
melaksanakan kegiatan. Disamping itu, setiap bidang atau satuan yang di wilayah
kerjanya mengandung risiko juga memiliki prosedur-prosedur keselamatan
masing-masing yang disupervisi oleh Kalambangja dan kepala dinas terkait. Di
tingkat lanud juga memiliki prosedur tetap (protap) keselamatan yang berlaku
secara umum kepada seluruh personel Lanud Suryadarma, seperti: Protap
Penanggulangan Kebakaran di Lingkungan Lanud Suryadarma, Protap Penanggulangan
Bencana Alam, dan sebagainya.
Khusus pada bidang penerbangan di Lanud Suryadarma pada tahun 2024 masih terjadi beberapa incident pesawat, namun dengan dampak yang dapat diminimalisir. Adapun datanya sebagai berikut:
Table 2.
Rekapitulasi Insiden Pesawat di Lanud Suryadarma Tahun 2024
|
NO |
TANGGAL |
RIGISTRASI PESAWAT |
MACAM KEJADIAN |
TINDAKAN |
|
1. |
18-02-2024 |
HL-1202
|
Hung Start |
Penggantian T4 confirmation box |
|
2. |
29-02-2024 |
HL-1209 |
Adanya double load pada cyclic control |
Dilaksanakan bleeding hydraulic liquid dan
penggantian screen servo |
|
3. |
13-03-2024 |
HL-1203 |
Abrasi berat pada bagian leading edge |
Dilaksanakan pengecekan pada engine maintenance
manual |
|
4. |
23-04-2024 |
HL-1211 |
Lepasnya sling load |
Dilaksanakan pencarian |
|
5. |
14-05-2024 |
HL-1209 |
VEMD fail |
Dilaksanakan penggantian VEMD |
|
6. |
30-07-2024 |
HL-1205 |
Lower blader ada rembesan |
Penggantian lower blader |
|
7. |
12-08-2024 |
HL-1206 |
VEMD fail |
Dilaksanakan pembersihan pada Torque sensor
transmitter |
|
8. |
30-10-2024 |
HL-1202 |
Battery temperature high |
Dilaksanakan penggantian battery |
|
9. |
12-12-2024 |
R-395 |
Suara abnormal dari mesin dan propeller |
Dilaksanakan pengecekan spark plug pada mesin |
Sumber: Lampiran Surat Lambangja Wing 8 Lanud Suryadarma
Dari hasil data pada tahun 2024 dapat dilihat bahwa masih terdapat insiden
pesawat di lanud Suryadarma yang turut dipengaruhi oleh budaya kerja personel
lanud Suryadarma dan faktor-faktor penyebab kecelakaan lainnya. Namun insiden
tersebut dapat dapat ditangani dengan baik sehingga tidak sampai menimbulkan
kerugian yang lebih besar, baik pada personel maupun materil. Dari segi kuntitas,
jumlah insiden di Lanud Suryadarma juga cukup rendah, yaitu hanya 9 insiden dalam
setahun, apabila dibandingkan dengan lanud-lanud lain yang memiliki skadron
udara dengan jumlah insiden penerbangan yang lebih tinggi, atau bahkan dengan
total insiden yang dialami TNI AU pada tahun 2024 maka yang terjadi di Lanud
Suryadarma sangat lah sedikit.
Budaya kerja di Lanud Suryadarma yang memegang teguh prinsip bahwa
kecelakaan itu dapat dicegah, berperan penting dalam meminimalisir terjadinya kecelakaan.
Disamping itu, peran aktif bidang Lambangja sangat diperlukan sebagai garda
terdepan penegakkan budaya keselamatan di Lanud Suryadarma, salah satunya
dengan cara memberikan saran dan masukkan kepada pimpinan terkait kebijakan dan
program kerja bidang Lambangja, sehingga pimpinan menjadi lebih peduli kepada
keselamatan penerbangan dengan memberikan dukungan yang optimal dalam membangun
budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan. Pimpinan yang peduli pada
keselamatan penerbangan akan memberikan dampak positif kepada kinerja personel
lanud Suryadarma dan hal ini akan secara langsung berdampak pada peningkatan
kinerja lanud Suryadama dalam mendukung tugas pokok TNI AU.
Selain itu, Danlanud Suryadarma telah mengarahkan Kalambangja untuk mengadakan
kegiatan survei Lambangja pada semester 1 dan 2 tahun 2024 sebagai bagian dari program
kerja tahunan kepada personel lanud Suryadarma dengan menggunakan metode kuesioner
guna mendapatkan umpan balik terhadap kinerja organisasi dari sudut pandang
personel. Hasil survei dapat memberikan gambaran pengaruh pimpinan dalam
membangun pola pikir dan budaya kerja yang berorientasi pada keselamatan
penerbangan. Kegiatan survei semester 1 diikuti
oleh 235 responden dari total 673 personel lanud Suryadarma dan insub Skadik 105,
atau mencapai 35% partisipan. Adapun aspek-aspek yang disurvei adalah sebagai
berikut:
a. Aspek
Ketaatan pada Aturan. Sebanyak 94,6% responden mendukung,
sebanyak 2,9% responden tidak mendukung dan sisanya bersikap ragu-ragu sebanyak
2,5%. Secara umum responden telah memahami aturan serta prosedur yang ada.
Namun demikian, penyampaian dan pengawasan tentang aturan keselamatan dan
aturan lainnya harus diperhatikan sampai dengan pelaksanaannya. Penegakkan
aturan menjadi kunci utama dalam peningkatan disiplin.
b. Aspek
Kepedulian. Sebanyak 93,1%
responden mendukung, sebanyak 3,5% responden tidak mendukung dan sisanya
bersikap ragu-ragu sebanyak 3,4 %.
Secara umum responden telah memahami potensi bahaya yang ada disekitarnya.
Namun demikian, harus tetap dilaksanakan pembinaan secara berkala untuk menjaga
tingkat pemahaman seluruh personel. Selain itu, para personel berpendapat bahwa
perlu mengingatkan rekan kerja agar selalu berhati-hati terhadap tugas penerbangan
dan kerja. Perwira safety menjadi role model dan pelopor dalam
meningkatkan kepedulian di lanud Suryadarma.
c. Aspek
Kesadaran. Sebanyak 91,5%
mendukung, sebanyak 4,3% responden tidak mendukung dan sisanya bersikap
ragu-ragu sebanyak 4,2%. Secara umum responden berpendapat bahwa mereka harus
berpartisipasi dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan keselamatan
penerbangan. Responden juga memandang bahwa pelaksanaan briefing sebelum
melaksanakan tugas dianggap penting dan diperlukan agar seluruh pekerjaan dapat
berjalan lancar. Namun perlu pembinaan kepada seluruh anggota karena masih ada
indikasi pemikiran bahwa hanya pimpinan yang bertanggungjawab atas keselamatan di
satuan.
d. Aspek Keterbukaan. Sebanyak 93,1% responden mendukung, sebanyak 3,5% responden tidak mendukung, dan sisanya bersikap ragu-ragu sebanyak 3,4%. Secara umum sebagian besar personel lanud Suryadarma sudah cukup berani melaporkan isu keselamatan kerja. Namun demikian, tetap perlu diwaspadai personel dengan beban kerja yang tinggi menyebabkan nya kurang aktif dalam pelaporan Disamping itu, terdapat sebagian kecil personel yang kurang berani dalam melaporkan potensi bahaya karena takut akan berkonflik dengan atasan dan rekan kerjanya.
Selanjutnya, kegiatan
survei semester 2 tahun 2024 diikuti oleh 289 responden dari total 679 personel
lanud Suryadarma dan insub Skadik 105, atau mencapai 43% partisipan. Adapun
aspek-aspek yang disurvei adalah sebagai berikut:
a. Aspek Budaya Safety. Sebanyak 97,3% responden mendukung,
sebanyak 2,4% responden tidak mendukung dan sisanya bersikap netral sebanyak
0,3%. Secara umum responden berpendapat bahwa mereka sudah menyadari seberapa
pentingnya safety. Namun perlu perhatian dan pembinaan kepada seluruh anggota
di satuan karena masih ada indikasi pemikiran bahwa hanya komandan dan perwira safety
saja yang bertanggung jawab atas safety di satuan.
b. Aspek Budaya Pelaporan Isu Safety. Sebanyak 92,9% responden mendukung,
sebanyak 3,2% responden tidak mendukung dan sisanya bersikap netral sebanyak
3,9%. Secara umum sebagian besar responden sudah cukup berani untuk melaporkan
jika terjadi permasalahan safety. Namun demikian, masih terdapat sebagian koresponden
bersikap tidak mendukung dan netral. Hal ini kemungkinan terjadi pada personel
dengan beban kerja yang tinggi, dan sebagian personel kurang berani untuk
melaporkan karena takut akan berkonflik dengan atasan dan rekan kerjanya.
c. Aspek Kegiatan Pencegahan Kecelakaan. Sebanyak 95,3% responden mendukung,
sebanyak 2,5% responden tidak mendukung, dan sisanya bersikap netral sebanyak
2,2%. Secara umum sebagian besar responden sudah aktif untuk mencegah
permasalahan safety, mulai dari aktif bertanya bila ada suatu hal yang
belum diketahui terkait dengan kegiatan, jujur dan melaporkan apabila melakukan
kesalahan, dan juga penyampaian materi safety yang dilaksanakan secara
rutin.
d. Aspek Peranan Pimpinan dalam Penegakkan Safety. Sebanyak 95,4% responden mendukung,
sebanyak 2,7% responden tidak mendukung, dan sisanya bersikap netral sebanyak
1,9%. Secara umum responden merasa bahwa peran pimpinan sudah cukup baik dalam
penegakan budaya safety di lingkungan kerjanya dan sudah bisa menjadi
contoh dalam hal tersebut. Dimulai dari pertimbangan untuk melaksanakan
kegiatan, kegiatan melaksanakan evaluasi safety, sampai dengan
kesigapannya dalam menanggulangi dan menindaklanjuti bila adanya kendala safety
di lingkungan kerja.
Kendala Kepemimpinan dan Budaya Organisasi dalam Meningkatkan
Keselamatan Penerbangan di Lanud Surydarma
Lanud
Suryadarma merupakan organisasi TNI AU yang dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat
Bintang satu, yang membawahi satu wing udara, empat dinas, staf khusus dan
satuan kerja lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa Lanud Suryadarma merupakan
satuan besar yang memiliki personel aktif lebih dari 600 orang. Kondisi satuan
yang besar menyebabkan Lanud Suryadarma memiliki rentang komando dan kendali
yang cukup panjang mulai dari Danlanud sampai dengan prajurit terendah,
sehingga dalam distribusi perintah tugas baik lisan maupun tulisan dapat mengalami
keterlambatan, ataupun terjadi deviasi penafsiran perintah karena melalui
beberapa jenjang kepemimpinan. Disamping itu, perbedaan kendali antara jalur
komando dan koordinasi antar pimpinan di dalam organisasi Lanud Suryadarma
menyebabkan relasi kuasa yang berbeda pula, sehingga dalam mekanisme pemberian
tugas harus melalui tahapan hierarki yang sesuai. Hal-hal tersebut apabila
tidak disikapi dengan baik akan mengakibatkan pelaksanaan tugas pokok yang
kurang efektif dan efisien, hasil yang tidak maksimal, bahkan salah sasaran.
Disamping
itu, di dalam lingkungan Lanud Suryadarma juga memiliki satuan insub yang
terdiri dari Depo Pemeliharaan 90, Wing Pendididikan 300, Skadron Pendidikan
105, dan 502, yang seluruhannya memiliki personel yang tidak kalah banyaknya,
serta jalur komando dan kendali yang berbeda dengan Lanud Suryadarma. Walaupun posisi
tanggung jawab satuan insub tidak secara langsung di bawah Danlanud Suryadarma,
namun untuk bidang keamanan dan keselamatan kerja Lanud Suryadarma memiliki
fungsi supervisi sebagai tuan rumah. Karena satuan-satuan tersebut berada di
luar wewenang Lanud Suryadarma, maka Danlanud sebagai pimpinan tertinggi di
Lanud Suryadarma tidak dapat memberikan perintah secara langsung kepada
satuan-satuan tersebut, melainkan hanya memiliki fungsi koordinasi sebagai
sesama satuan TNI AU. Oleh karena itu, dalam menerapkan kebijakan dan peraturan
keselamatan penerbangan kepada satuan insub, Lanud Suryadarma tidak bisa
mengontrol secara langsung penerapannya di satuan insub tersebut. Disamping
itu, satuan-satuan insub sedikit-banyak akan menambah beban kerja lanud
Suryadarma khususnya dalam hal penerapan budaya kerja yang berorientasi
keselamatan, sehingga apabila dihadapkan dengan sumber daya terbatas yang
dimiliki oleh Lanud Suryadarma maka dapat menyebabkan terbaginya fokus kerja
khususnya pada bidang Lambangja Lanud Suryadarma.
Ditambah
dengan aktifitas padat yang dimiliki oleh Lanud Suryadarma sebagai salah satu
pangkalan operasi di jajaran TNI AU yang mengoperasionalkan secara langsung
pesawat terbang. Hal ini menyebabkan pimpinan harus menentukan skala prioritas
dalam melaksanakan tugas pokoknya, yang nantinya akan berpengaruh pada
pengalokasian anggaran kegiatan, termasuk pada program keselamatan penerbangan.
Kegiatan lanud yang banyak berpotensi mengurangi anggara yang seharusnya
dialokasikan pada program kerja Lambangja. Lebih dari itu, dengan kondisi
aktifitas yang padat maka akan meningkatkan beban kerja personel, dan mobilitas
personel akan semakin banyak baik di dalam maupun di luar Lanud Suryadarma, sehingga
berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan baik di penerbangan maupun lingkungan
kerja lainnya.
SIMPULAN
Keselamatan penerbangan merupakan aspek krusial dalam organisasi militer seperti TNI AU, termasuk di Lanud Suryadarma. Kepemimpinan Danlanud memegang peran sentral dalam menetapkan kebijakan keselamatan yang jelas dan mendukung implementasi program Lambangja. Melalui arahan kepada Kalambangja, yang bertanggung jawab atas keselamatan penerbangan, Danlanud memastikan program-program seperti literasi keselamatan, safety meeting, dan kampanye keselamatan berjalan optimal. Dukungan penuh dari pimpinan mendorong terbentuknya budaya keselamatan yang kuat di Lanud Suryadarma.
Budaya keselamatan di Lanud Suryadarma terbentuk melalui praktik formal dan informal, seperti prosedur operasi standar, penilaian risiko, dan sosialisasi kebijakan keselamatan. Komitmen ini membantu mengurangi insiden meskipun masih terdapat beberapa kendala, seperti rentang kendali panjang, keterbatasan sumber daya, serta beban kerja tinggi yang dapat mempengaruhi fokus terhadap program keselamatan. Kompleksitas pengawasan terhadap satuan insub yang tidak langsung berada di bawah komando Lanud menambah tantangan dalam implementasi kebijakan keselamatan penerbangan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, peningkatan koordinasi antar satuan,
penguatan pengawasan, serta pelatihan dan sosialisasi budaya keselamatan perlu
terus diperkuat. Dukungan anggaran yang memadai dan pengalokasian sumber daya
yang tepat juga menjadi kunci dalam mengoptimalkan keselamatan penerbangan.
Dengan kepemimpinan efektif dan budaya organisasi yang terstruktur, Lanud
Suryadarma dapat terus meminimalisir risiko dan memastikan keselamatan
penerbangan tetap menjadi prioritas utama.
SARAN
Dalam rangka mengoptimalkan pengaruh kepemimpinan militer dan budaya
organisasi terhadap peningkatan kinerja personel di Lanud Suryadarma yang
berorientasi pada keselamatan penerbangan, ada beberapa saran yang dapat
dilaksanakan, yaitu:
1. Dari
segi kepemimpinan, agar seluruh perwira TNI AU mendapatkan pengetahuan khusus
nya tentang keselamatan penerbangan. Seluruh perwira merupakan pemimpin di TNI
AU sesuai dengan levelnya masing-masing. Oleh karena itu, apabila seluruh
perwira memiliki pemahaman yang sama tentang safety maka kepedulian
tentang keselamatan penerbangan dapat dilaksanakan secar kolektif.
2. Dari
segi budaya organisasi, agar organisasi Lambangja di setiap lanud dapat
dikembangkan tidak hanya berada di dalam staf khusus Danlanud, namun juga
tersebar pada seluruh dinas dan satuan kerja di dalam lanud. Sehingga, setiap
dinas dan satuan kerja memiliki perwira safety permanen yang bertanggung
jawab langsung kepada pimpinan di satuannya, disamping itu juga memiliki jalur
koordinasi dengan Kalambangja Lanud Suryadarma.
3. Pemberian
intensif berupa materi dan kesejahteraan lainnya kepada personel lanud yang
memiliki kinerja tinggi melebihi tuntutan tugas pokoknya, memberikan dampak
positif bagi personel lanud lainnya, dan dampak nyata dalam membangun budaya organisasi
yang berorientasi kepada keselamatan.
4. TNI AU
sebagai organisasi menjadikan Lambangja menjadi salah satu key point
indicator pada setiap satuan TNI AU termasuk lanud. Kinerja Lambangja lanud
dapat dinilai mulai dari proses pencegahan kecelakaan berupa: pembinaan,
promosi, penyusunan SOP/Protap, dan sebagainya. Dilanjutkan dengan penilaian
hasil berupa: budaya pelaporan, pelaksanaan program kerja, jumlah insiden
terbang dan kerja, serta umpan balik dan evaluasi.
DAFTAR PUSTAKA
Adam, I. (2021).
Pengaruh Gaya Kepemimpinan Demokratis Terhadap Kinerja Personel Komando Daerah
Militer (Kodam). Jurnal Meta-Yuridis, 4(1), 73-87. https://doi.org/10.26877/m-y.v4i1.6908
Budiargo, E. Y.,
Saragih, H. J. R., & Dohamid, A. G. (2019). Kontribusi Persepsi
Kepemimpinan Transformasional dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Guru
Militer di Pusdik Armed. Strategi dan Kampanye Militer (SKM), 5(1),
63-77. https://doi.org/10.33172/skm.v5i1.392
Danişman, Ş., Tosuntaş,
Ş. B., & Karadağ, E. (2015). The Effect Of Leadership On Organizational
Performance. Leadership And Organizational Outcomes: Meta-Analysis Of
Empirical Studies, 143-168. Https://Doi.Org/10.1007/978-3-319-14908-0_9
Enjeli, E. (2020). Pengaruh Budaya Organisasi, Lingkungan Kerja, Dan
Lingkungan Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Kementerian Agama Kantor Wilayah
Sumatera Utara. Ulan Karya Ilmiah Mahasiswa Fakultas Sosial Sains, 2(2),
1-10.
Fitriani, F., Tahir, M., & Parawu, H. E. (2022). Peran Kepemimpinan
Dalam Meningkatkan Kinerja Prajurit Komando Rayon Militer 1407-19/Kahu
Kabupaten Bone. Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (Kimap), 3(2),
514–526.
Fitriasari, M. A., & Mauludin, H. (2018). The Influence of
Leadership on Employee Performance With Organizational Culture And Work
Motivation As Intervening Variables. Scientific Research Journal, 6(7),
42–49.
Ghafoor, A., Qureshi, T. M., Khan, M. A., &
Hijazi, S. T. (2011). Transformational Leadership, Employee Engagement and
Performance: Mediating Effect Of Psychological Ownership. African Journal Of
Business Management, 5(17), 7391. Https://Doi.Org/10.5897/AJBM11.126
Girsang, W. S. (2019). Pengaruh Budaya Organisasi Dan Komitmen Terhadap
Kinerja Karyawan Rs Putri Hijau No. 17 Medan. Asian Journal of Innovation and
Entrepreneurship, 4(2), 159-170.
Ichsan, R. N., & Nasution, L. (2020). The Determine Of
Organizational Culture And Job Promotion On Employee Performance At Pt.Taspen
Kantor Cabang Utama Medan. Journal Of Education, Humaniora and Social
Sciences, 3(2), 459–466.
Iman, N., & Lestari, W. (2019). He Effect of Leadership On Job
Satisfaction, Work Motivation And Performance Of Employees: Studies In Amik
Yapennas Kendari. African Journal of Business Management, 13(14),
465–473.
Jeremy, M., Melinde, C., & Ciller, V. (2012). Perceived Leadership
Style and Employee Participation In A Manufacturing Company In The Democratic
Republic Of Congo. African Journal of Business Management, 6(15),
5389–5398.
Joenoes, A. S. (2022). Pengaruh Gaya Kepemimpinan, Motivasi Dan Stres
Kerja Terhadap Kinerja Personil Satuan Pemeliharaan (Sathar) 53 Di Lanud Adi
Soemarmo. Jurnal Unisri, 11(1), 189-201.
Khasanah, A. W. (2019). Pengaruh Budaya Organisasi Dan Lingkungan Kerja
Terhadap Kinerja Karyawan Pt. Bama Berita Sarana Televisi (Bbstv Surabaya). Bima:
Journal of Business and Innovation Management, 1(2), 141–153.
Kim, T., & Chang, J. (2018). Organizational
Culture and Performance: A Macro-Level Longitudinal Study. Leadership &
Organization Development Journal, 40(1), 65-84.
Koech, P. M., & Namusonge, G. S. (2012). The Effect Of Leadership
Styles On Organizational Performance At State Corporations In Kenya. International
Journal Of Business And Commerce, 2(1), 1–12.
Marisa, M., & Nur, S. A. (2021). Kepemimpinan Transformasional
Pendidikan Di Era Society 5.0. Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Dan Sosial,
10(2), 257–270.
Meng, J., & Berger, B. K. (2019). The Impact of Organizational
Culture and Leadership Performance on Professionals’ Job Satisfaction: Testing the
Joint Mediating Effects of Engagement and Trust. Public Relations Review,
45, 64–75.
Mousavi, S. A., Hosseini, S. Y., & Hassanpoor, N. (2015). On The
Effects of Organizational Culture on Organizational Performance: An Iranian
Experience in State Bank Branches.E. Iranian Journal of Management Studies
(Ijms), 8(1), 97–116.
Narimawati, U. (2010). Metodologi Penelitian: Dasar Penyusun
Penelitian Ekonomi. Genesis.
Nwibere, B. (2013). The Influence of Corporate Culture on Managerial
Leadership Style: The Nigerian Experience. International Journal of Business
and Public Administration, 10, 166–187.
O’connor, T., & Byrne,
J. (2015). Governance And the Corporate Life-Cycle. International Journal of
Managerial Finance, 11(1), 23–43.
Ostroff, A., Kinicki, J., & Tamkins, M. M. (2013). Organizational
Culture and Climate. John Wiley & Sons, Inc.
Permana, D. A. (2022). Fakta Pamen Desersi 3 Bulan, Dinas Di Mabesal
Hinggan Ancaman Penjara. Kompas.Com.
Pertiwi, R., Anissa, D., Sarjito, A., & Hartono, U. (2022). Military
Leadership Challenge in Society 5.0. Journal Of Education on Social Science,
6(2), 133–143.
Polychroniou, P., & Trivellas, P. (2018). The Impact 0f Strong and
Balanced Organizational Cultures on Firm Performance: Assessing Moderated
Effects. International Journal of Quality and Service Sciences, 10(1),
16–35.
Prajogo, D. I., & Mcdermott, C. M. (2011). The Relationship Between
Multidimensional Organizational Culture and Performance. International
Journal of Operations and Production Management, 31(7), 712–735.
Prasetyo, B. A. (2017). Pengaruh Kekuatan Kepemimpinan Transformasional
Dan Budaya Organisasi Terhadap Kinerja Prajurit Batalyon Perhubungan. Jurnal
Prodi Strategi Dan Kampanye Militer, 3(2).
Ramadhan, D. I. (2020). Berbuat Asusila, Prajurit Tni Kodam Iii
Siliwangi Dipecat. Detiknews.
Https://News.Detik.Com/Berita-Jawa-Barat/D-5239926/Berbuat-Asusila-Prajurit-Tni-Kodam-Iii-Siliwangi-Dipecat
Rawashdeh, A. (2018). Examining The Effect of Green Management on Firm
Efficiency: Evidence from Jordanian Oil and Gas Industry. Management Science
Letters, 8(12), 1283–1290.
Rehardiningtyas, D. A., & Almubaroq, H. Z. (2021). Transformational
Leadership in Military Organization to Supporting National Defense Capability in
Era Of Industrial Revolution 4.0: A Literature Review. Journal Of Education on
Social Science, 5(2), 177–184.
Schermerhorn, J. R., Hunt, J. G., & Osborn, R. N. (2011). Organizational
Behavior Seventh Edition. John Wiley & Sons, Inc.
Sharma, G., & Good, D. (2013). The Work of Middle Managers: Sense
Making and Sense Giving for Creating Positive Social Change. The Journal of
Applied Behavioral Science, 49, 95–122.
Soeters, J. L., Winslow, D. J., & Weibull, A. (2007). Military
Culture. Handbook Of the Sociology of The Military.
Soomro, B. A., & Shah, N. (2019). Determining The Impact of
Entrepreneurial Orientation and Organizational Culture on Job Satisfaction,
Organizationalcommitment, And Employee’s Performance. South Asian J Bus
Stud., 8(3), 266–282.
Sunarsi, D. (2019). The Analysis of The Work Environmental and
Organizational Cultural Impact on The Performance and Implication of The Work Satisfaction.
Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Publik, 9(2), 237–246.
Syardiansah, L., Daud, A., Windi, M. N., & Suharyanto, A. (2020).
The Effect of Job Satisfaction ond Organizational Culture on Employee
Performance of The Royal Hotel In East Aceh District. Budapest International
Research and Critics Institute, 3(2), 849–857.
Tobari. (2015). Membangun Budaya Organisasi Pada Instansi Pemerintah.
Cv. Budi Utama:
Uhl-Bien, M., Riggio, R. E., Lowe, K. B., & Carsten, M. K. (2014).
Followership Theory: A Review and Research Agenda. Leadership Quarterly,
25(1), 83–104.
Vitalairu, M., & Mosoiu, O. (2016). Motivation And Leadership-
Specific Areas of The Military Organization in The Spirit of Organizational
Culture. Scientific Research and Education in The Air Force-Afases.
Yildiz, E. (2014). A Study On The Relationship Between Organizational
Culture And Organizational Performance And A Model Suggestion. International
Journal Of Research In Business And Social Science, 3(4), 2147–4478.
Yusuf, M. D. (2022). Unggahan Viral Anggota TNI Diduga Lakukan KDRT
Kepada Istri, Kapendam IV/Diponegoro Buka Suara. Kompas.Com.
https://regional.kompas.com/read/2022/12/01/153813078/unggahan-viral-anggota-tni-diduga-lakukan-kdrt-kepada-istri-kapendam-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar