Jumat, 07 November 2014

BROSUR PEGASUS DARI MASA KE MASA

        Brosur yang pertama dikeluarkan oleh Pegasus. Saat itu masih bernama Dynamic Show. Penampilan peertama di Bandung Air Show 2010, dengan menggunakan 3 pesawat Colibri. Sebagai Leader pertama dari Dynamic Show adalah Letkol Pnb Daan "Pasopati" Sulfi, dengan melihat rekaman you tube dari rim aerobatik helikopter Pratula Aspa - Spanyol dan mulai menirukannya. Bisa dikatakan semua manuver dipelajari secara autodidak oleh penerbang-penerbang skadron udara 7.
       Setelah penampilan pertama di Bandung ternyata mendapat sambutan yang positif dari para pencinta dirgantara, Dynamic Show meningkatkan eksistensi nya dengan mengikuti iven-iven lainnya.

       Akhirnya pada pertengahan tahun 2012, Dynamic Show berubah nama menjadi Dynamic Pegasus yang diresmikan oleh Pangkoopsau I pada masa itu. Dan sampai saat ini telah dikenal luas di kalangan pencinta dirgantara bahkan sudah terecord sebagai salah satu tim aerobatik dunia.


          Brosur yang ke dua ini di gunakan pada pertengahan tahun 2012. Pada tahun itu merupakan tahun terpadat kegiatan bagi Pegasus. Dimulai dari Gebyar Dirgantara di Lanud Halim PK, Bandung Air Show 2012, HUT TNI AU 9 April, HUT TNI 5 Oktober dan Indodefence 2012. Merupakan tahun ke emasan bagi Pegasus, ditambah dukungan dari komando atas yang sangat antusias terhadap perkembangan Pegasus.
        Bertempat di Lanud Suryadarma Kec. Kalijati, Kab. Subang Jawa Barat, merupakan home base dari Pegasus.
       Dan sebagai Leader ke dua Pegasus adalah Letkol Sapuan "Pulanggeni". Dibawah asuhan beliau ini lah Pegasus mengalami perkembangan yang cukup signifikan.
       Manuver Pegasus di mulai menggunakan 3 pesawat sampai yang terbanyak adalah 6 pesawat pada saat tampil di HUT TNI AU 9 April di Lanud Halim PK.
      Untuk brosur yang ke dua ini ada fersi bahasa Inggris dan Indonesainya, agar dapat di konsumsi oleh pecinta Pegasus baik dalam negri maupun luar negri.



        Brosur yang ke tiga pun akhirnya diterbitkan, dengan konsep yang tidak jauh berbeda dari yang kedua, hanya saja warna biru dan putih kental mengisi brosur ini.

       Pada saat itu pun kepemimpinan Pegasus sudah berpindah kepada Leader ke tiga Pegasus, Letkol Pnb Khairun "Rencong" Aslam. Angin segar tetap berhembus ke kubu Pegasus, dengan di ikut sertakannya Pegasus dalam iven-iven berskala nasional baik sipil maupun militer.

     Sampai akhirnya terjadi acident yang menimpa pesawat HL-1208 pada saat latihan di home base Pegasus. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, hanya saja pesawat nya mengalami kerusakan yang cukup berat.

     Sejak saat itu Pegasus menjalani masa istirahat untuk melaksanakan pembenahan agar lebih siap menghadapi tugas kedepan yang semakin berat. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat dari member Pegasus. Sambil menunggu kesempatan untuk come back , para member mempertajam kemampuannya dalam bermanuver.



      Akhir nya waktu yang ditunggu-tunggu pun datang jua. Panggung kembalinya Pegasus telah disiapkan melalui kegiatan peringatan 100 tahun penerbangan di Lanud Suryadarma dan iven Indodefence 2014. Hal ini menjadi pemacu semangat bagi member-member Pegasus.

     Latihan-latihan yang cukup padat, ditambah sepulang dari kegiatan HUT TNI di Juanda, tidak menyurutkan semangat dari para Pegasus muda untuk menyongsong tugas di depan mata.

      Regenerasi pun terjadi di tubuh Dynamic Pegasus, dengan Leader barunya Letkol Pnb Tubagus "Golok" Hasan dan para member muda lainnya.

      Tampil dengan wajah baru, Pegasus dibalut dengan coverall hitam nya menambah garang penampilan para member pegasus. Topi kuning Pegasus menjadi simbol kebangaan para member. Kali ini Pegasus menghiasi dirgantara dengan 4 pesawatnya.

Minggu, 06 April 2014

Mes Bank Mandiri di Brastagi

Brastagi, 6 April 2014
Salah satu mes yang dimiliki oleh bank Mandiri Sumut. Terletak di kota Brastagi kabupaten Tanah karo. Dengan lokasi yang cukup strategis, kondisi mes yang sangat laik pakai, ditambah dengan atmosfer kota yg segar, melengkapi nikmatnya bermalam di mes tersebut.
Satu malam yang segar, ditambah pagi nya berwisata ke bukit Gundaling. Komplit sudah relaxasi minggu ini, dan menutup perjalanan dinas saya di Prof Sumut ini.

Jumat, 04 April 2014

Pangkalan TNI AU Seowondo-Medan

Medan, 4 April 2014
Lengkap terkumpul 3 unsur pesawat TNI AU, mukai dari tempur (F 16 Faighting Falcon), angkut (C 130 Herkules) dan heli (EC 120 B Colibri + Bolco Basarnas).
Hal ini cukup jarang terjadi di Lanud Soewondo, karena memang tidak ada skadron udara operasional disana. Sehubungan dengan adanya skadron move dari F 16, maka berkumpullan unsur pendukung yang lainnya seperti pesawat angkut dan heli.

Senin, 23 Desember 2013

POLIKLINIK LANUD SURYADARMA

        Lanud Suryadarma yang berdomisili di kecamatan Kalijati, kabupaten Subang, memiliki fasilitas kesehatan berupa poliklinik. Poliklinik ini terletak dipinggir jalan kalijati-sadang, berada di lingkar luar lanud Suryadarma. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kegiatan lanud yang berupa operasi dan pendidikan.
      Disini sy bertindak sebagai pasien, akan mencoba fasilitas kesehatan gigi poliklinik tersebut. Walaupun dengan kondisi yang sederhana, harapan nya tetap dapat mendukung sebagaimana mestinya. Harapan kedepanya untuk fasilatas kesehatan lanud Suryadarma akan semakin ditingkatkan, menujuanud Suryadarma tipe A.

Minggu, 22 Desember 2013

SEJARAH SKADRON UDARA 7

Photo Bersama Skadron 7 tahun 2013

SEJARAH SINGKAT SKADRON UDARA 7

             Sejak berdirinya AURI s/d tahun 1952, kekuatan udara RI dikenal dengan jenis “Fix Wing Air Craft”.   Kemajuan Angkatan Udara negara lain di dunia yang dilengkapi Multipurpose Air Craft juga mempengaruhi perkembangan AURI pada saat itu yang tentunya juga membutuhkan jenis pesawat serba guna demi kelengkapan kekuatan Udara kita.   Tugas serba guna ini hanya dapat dilakukan oleh pesawat-pesawat “Rotary Wing” atau yang di kenal sebagai Pesawat Helikopter.


SKADRON PERCOBAAN

            Pada tahun 1953 sebagai Skadron Percobaan digunakan Helikopter jenis Hiller-360 dengan penerbang pertamanya adalah Komodor Wiwieko.   Setelah kedatangan pesawat tersebut Letnan Udara Dua Joem Soemarsono seorang Ground Instructure Aerodinamika dari Sekolah Penerbang mendapat didikan terbang dari Komodor Udara Wiwieko.   Kedua orang inilah yang kemudian melatih tokoh-tokoh Helikopter lainnya.
            Pd tahun 1957 dengan tibanya 4 buah pesawat Bell Trooper 47 G-2 maka terbentuklah “Skadron Helikopter Percobaan” di Lanud Husein Sastranegara Bandung, dibawah pimpinan Letnan Udara Satu J. Soemarsono.  


TERBENTUKNYA WING OPS 004

            Pada tanggal 22 Mei 1965 Mentri / Panglima Angkatan Udara Laksamana Madya Oemar Dhani meresmikan sebuah Wing Operasi yang langsung dibawah Komando Operasi yaitu Wing Operasional 004 atau khusus Wing Helikopter yang terdiri dari 4 Skadron.   Tampuk pimpinan dipegang oleh Komandan Wing yaitu Kol. Udara Soewoto Soekendar.   Sedangkan sebagai pejabat Komandan Skadron masing-masing ialah :
           
1.  Letnan Udara Satu S.P Oetomo sbg Danskadud 6 (Skd Helikopter Sedang) dengan type Mi-4.
           
2. Letnan Udara Satu A. Aulia Suratno sbg Danskadud 7 (Skd Helikopter Khusus) dengan Type Mi-4, SM-1 dan jenis Bell (Trooper, Ranger, Iroquois).
           
3. Mayor Udara Imam Suwongso sbg Danskadud 8 (Skd Helikopter Berat) dengan Type Mi-6.
           
4. Kapten Udara Burachman sbg Dan Skatek 06 yang berfungsi untuk melayani maintenance/service semua type pesawat yang ada di Skadron Udara 6,7dan 8.

  
PERJALANAN SKADRON UDARA 7
           
Skadron Udara 7 yang pada waktu itu sebagian besar terdiri dari penerbang-penerbang muda serta para tehnisi yang masih baru namun telah mampu memberi andil yang besar, yaitu sebagai Helikopter Unit Istana, operasi-operasi militer, kemanusiaan, pertanian, di samping tugasnya sebagai Skadron Pendidikan Penerbang Helikopter.
            Untuk memenuhi kebutuhan latihan terbang bagi para Siswa Penerbang Jurusan Helikopter, secara bertahap sejak tahun 1984 pesawat jenis Bell 47 G-3 BL Sioux dimodifikasi menjadi “SOLOY”.
            Berdasarkan Instruksi Kepala Staf TNI AU Nomor : Ins/03/III/1965 tanggal 12 Maret 1985 sejalan dengan reorganisasi di Wing Operasi 004 dimana Skadron Udara 7 berada di dalam jajaranya, Skadron Udara 7 diserahkan kepada Komandan Pangkalan Atang Senjaya.
            Tepat tanggal 17 April 1989 dilaksanakan Operasi Boyong dari Lanud Atang Sanjaya ke Lanud Kalijati, tahap pertama dengan satu flight helikopter Hughes 500 yang terdiri dari 3 pesawat, 8 orang penerbang , dan 7 orang teknisi beserta dukungannya.
            Tanggal 11 Juni 1990 diberangkatkan 16 truk untuk mangangkut semua peralatan dinas, 40 personil pendukung, pengawal serta pengawas.   Tanggal 13 Juni 1990 diberangkatkan 47 personil anggota beserta keluarga dan barang-barangnya.
            Sesuai Surat Keputusan KASAU Nomor : SKEP / 19 / XI / 1990 tertanggal 20 November 1990 tentang kedudukan Skadron Udara 7, maka secara resmi terhitung mulai tanggal 1 Januari 1991, Skadron Udara 7 berada di dalam jajaran Pangkalan TNI AU Kalijati (sekarang Suryadarma)
            Setelah Wing Ops 004 dibubarkan, Skadud 7 mendapat tugas tambahan untuk menyelenggarakan pendidikan sekolah penerbang helikopter sampai sekarang dan pesawat yang digunakan adalah Bell 47 G Soloy yang merupakan modifikasi dari pesawat jenis Bell 47 3B1 Sioux.  Selain itu untuk menunjang tugas pokoknya Skadron juga memiliki pesawat EC 120 B Colibri.